Articles Comments

shaleholic [dot] com » Archive

Kawat Keluar dari Perut

Ada banyak kata yang terucap ketika membaca berita ini di kompas. Namun hanya satu yang bisa aku pikirkan mungkin Allah ingin memperlihatkan kekuasaan-Nya kepada manusia yang sudah mulai melupakan kodratnya sebagai makhluk tuhan yang berhak tunduk pada-Nya bukan pada siapa-siapa. NOORSYAIDAH (40 tahun) adalah orang yang mempunyai “penyakit aneh” tersebut, di perut dan di dadanya keluar kawat sepanjang kurang lebih 20 cm. Segala upaya pengobatan, mulai dari medis, alternatif, hingga mendatangi orang pintar sudah dilakukannya. Namun penyakit tersebut tetap tak sembuh. Operasi mungkin sudah puluhan kali dialaminya, tetap saja kawat-kawat itu setelah dicabut dengan cara medis tak mau hilang dari dirinya. Guru aktif TK Al-Quran di Sangatta, Kutai Timur, ini menceritakan, penyakit yang dideritanya itu dialami sejak tahun 1991 lalu. Tanpa sebab-musabab kawat-kawat itu tiba-tiba saja bermunculan di perutnya dan bagian … Read entire article »

Filed under: Sekilas Info

Sadis

Sadis (bukan judul lagunya Afgan ya) hanya kata itulah yang bisa terucap ketika tadi siang aku nonton tv meliat berita satu keluarga dibantai oleh teman anaknya sendiri yang menginap dirumahnya. Dan yang lebih mengejutkanku adalah alasannya yaitu tersinggung dengan kata-kata yang dikeluarkan oleh yang punya rumah (notabene dia punya hak untuk itu) yaitu disuruh mengecilkan volume suara televisi dan menanyakan sampai kapan ia menginap. Hanya karena hal sepele itu ia dengan tega membantai. Namun itu hanya sebagian kecil dari cerita orang yang membunuh hanya karena ia tersinggung, ada banyak tentang itu. Hal-hal seperti seharusnya tidak terjadi seandainya kita bisa mengontrol emosi dan mempunyai pengetahuan spritual yang lumayan. Namun pendidikan sekarang lebih banyak memikirkan kepintaran otak daripada kepintaran emosi dan spritual hal inilah yang terkadang membuat anak didik gagal dalam menjalani kehidupan … Read entire article »

Filed under: CoretanKu

Asa

Pagi masih ditemani kabutRajapun belum duduk disinggasananyaTapi aku telah berlariBerlari dan terus berlariMengejar asa dan cita-citaBetapa dunia terasa indahBahkan anginpun menyapa dengan lembutSambil ditemani tawa pepohonanSemoga rasa ini selalu hadir di setiap langkahkumenemani suka dan dukakuSemoga dan semogaHanya doa yang bisa aku panjatkan … Read entire article »

Filed under: Papan Tulisku