Filed in NN 0 comments
CARA PENULISAN KATA

A. KATA DASAR

Kata yang berupa dasar ditulis sebagai satu kesatuan.
Misalnya:
Ibu percaya bahwa engkau tahu.
Kantor pajak penuh sesak.
Buku itu sangat tebal.

B. KATA TURUNAN

1. Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya.
Misalnya:
Bergeletar, dikelola, penetapan, menengok, mempermainkan

2. Jika bentuk dasar berupa gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya.
Misalnya:
Bertepuk tangan, garis bawahi, sebar luaskan

3. Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan kata itu ditulis serangkai.
Misalnya:
Menggarisbawahi, menyebarluaskan, dilipatgandakan, penghancurleburan.

4. Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai.
Misalnya:
Adipati, aerodinamika, antarkota, ekstrakurikuler, narapidana, reinkarnasi, transmigrasi

Catatan:
1. Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya adalah huruf kapital, diantara kedua unsur itu dituliskan tanda hubung (-).
Misalnya:
Non-Indonesia, pan- Afrikanisme

2. Jika kata maha sebagai unsur gabungan diikuti oleh kata esa dan kata yang bukan kata dasar, gabungan itu ditulis terpisah.
Misalnya:
Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita.
Marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.

C. KATA ULANG

Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung.
Misalnya:
Anak-anak, buku-buku, kura-kura, sayur-mayur, lauk-pauk, ramah-tamah, porak-poranda.

D. GABUNGAN KATA

1. Gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk, termasuk istilah khusus, unsur-unsurnya ditulis terpisah.
Misalnya:
Duta besar, kambing hitam, orang tua, simpang empat

2. Gabungan kata, termasuk istilah khusus, yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian unsur yang bersangkutan.
Misalnya:
Anak-istri saya, buku sejarah-baru, ibu-bapak kami, orang-tua muda

3. Gabungan kata berikut ditulis serangkai
Misalnya:
Bilamana, barangkali, kacamata, matahari, kepada, sukacita, syahbandar, daripada, bilamana, belasungkawa, manasuka

E. KATA GANTI –KU-, KAU-, -MU, dan -NYA.

Kata ganti ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutnya; -ku, -mu, dan –nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
Misalnya:
Apa yang kumiliki boleh kauambil
Bukuku, bukumu, dan bukunya tersimpan di perpustakaan

Posted by shaleh   @   1 November 2007 0 comments

Share This Post

RSS Digg Twitter StumbleUpon Delicious Technorati

0 Comments

No comments yet. Be the first to leave a comment !
Leave a Comment

CommentLuv Enabled
Previous Post
« Previous Post
Next Post
PARADOKS BUDAYA ORANG BANJAR »
G-scale designed by Make Your Own Website In conjunction with Web Hosting   |   Watch Movies Online   |   Computer Repair