Lapangan

Dunia ini penuh lapangan
Ada lapangan bola, lapangan tenis, dsb
Semua itu sesak dengan peminatnya
Namun aku bukan salah satunya
Aku hanya mencari satu lapangan
Lapangan pekerjaan
Tapi itu sering lenyap dan hilang
Ketika kutemukan lapangan itu untuk bermain
Wasit tiba-tiba datang beri amplop
Dan bertanya, mana?
Aku bingung tak mengerti
Akhirnya kartu merah keluar
Lapangan itupun diberikan pada yang lain
Ternyata susah cari lapangan
Hanya modal kertas dengan tanda tangan
Tanpa amplop berisi nomina

Banjarmasin, Cuaca Hujan.

Hanya seorang guru di pinggiran Kalimantan Selatan tepatnya di kecamatan Daha Selatan, Kab. Hulu Sungai Selatan. Untuk mengenal atau pasang iklan di blog ini silakan kirim email ke shaleh_1986@yahoo.com

Tulisan Sebelumnya
«
Tulisan Selanjutnya
»

4 Komentar ""


  1. sarie says:

    jangan sedih ya…

    masih banyak lapangan yang kosong..
    dan hijau disana…

    ayo, semangat ya…

  2. w@hyu says:

    memang rada sulit memperoleh lapangan itu sekarang ini karena sebagian besar orang berburu lapangan yg sama yg semakin hari semakin sempit.. tapi dengan usaha dan kerja keras insya Allah suatu hari akan dapat.. atau kalau pun tidak dapat, kenapa tidak berpikir untuk membuat lapangan sendiri?

  3. Rizki Eka Putra says:

    Kalau susah mencari lapangan! kenapa tidak coba membuat lapangan?

    sukses selalu

  4. Risa-Sebuah Tangga Kehidupan says:

    lapangan diciptakan memang untuk diisi dan melakukan permainan. namun ingat, lapangan pekerjaqan buk1anlah tempat permainan karena lapangan itu adalah tempat keseriusan.


Silahkan Tinggalkan Komentarnya





CommentLuv badge