<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>..:: Menulis Kehidupan ::.. &#187; NN</title>
	<atom:link href="http://shaleholic.com/category/nn/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://shaleholic.com</link>
	<description>[Lihat] [Dengar] [Rasakan] = [Tuliskan]</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Mar 2010 22:32:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Dukamu Dukaku</title>
		<link>http://shaleholic.com/dukamu-dukaku/</link>
		<comments>http://shaleholic.com/dukamu-dukaku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 05:30:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shaleh</dc:creator>
				<category><![CDATA[NN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.shaleholic.com/?p=1094</guid>
		<description><![CDATA[Awan hitam telah mampir dihatimu
Memayungi langkah hidupmu
Air mata bening terus menetes
Hingga terbentuk danau kesedihan
Tak ada kata yang bisa ku ucapkan
Selain aku juga berduka untukmu
Kuatkan hatimu menerima takdirnya
Aku masih disini bersamamu
Memegang erat tanganmu
Agar kau tetap bisa bertahan
Dukamu juga dukaku
Kupanjatkan Doa untuknya
Semoga amal ibadahnya diterima disisi-Nya
Tengah malam. Kandangan, 23 Juli 2009 jam ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Awan hitam telah mampir dihatimu</p>
<p>Memayungi langkah hidupmu</p>
<p>Air mata bening terus menetes</p>
<p>Hingga terbentuk danau kesedihan</p>
<p>Tak ada kata yang bisa ku ucapkan</p>
<p>Selain aku juga berduka untukmu</p>
<p>Kuatkan hatimu menerima takdirnya</p>
<p>Aku masih disini bersamamu</p>
<p>Memegang erat tanganmu</p>
<p>Agar kau tetap bisa bertahan</p>
<p>Dukamu juga dukaku</p>
<p>Kupanjatkan Doa untuknya</p>
<p>Semoga amal ibadahnya diterima disisi-Nya</p>
<blockquote><p><span style="color: #ff0000;">Tengah malam. Kandangan, 23 Juli 2009 jam 1.30 wita</span></p>
<p><span style="color: #ff0000;">Untuk seseorang yang ditinggal pergi oleh Ibunya</span></p></blockquote>
<hr /><small>Copyright &copy; 2008<br /> This feed is for personal, non-commercial use only. <br /> The use of this feed on other websites breaches copyright. If this content is not in your news reader, it makes the page you are viewing an infringement of the copyright. (Digital Fingerprint:<br /> )</small>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaleholic.com/dukamu-dukaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seandainya Ramadan Setiap Bulan</title>
		<link>http://shaleholic.com/seandainya-ramadan-setiap-bulan/</link>
		<comments>http://shaleholic.com/seandainya-ramadan-setiap-bulan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 00:30:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shaleh</dc:creator>
				<category><![CDATA[NN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shaleh.kasturibanjar.com/seandainya-ramadan-setiap-bulan/</guid>
		<description><![CDATA[
Ramadan adalah bulan penuh rahmat dan berkah bagi umat muslim dimanapun ia berada. Bulan penuh penyucian diri dan ampunan atas segala dosa yang dilakukan. Demi menghargai bulan itu banyak yang dilakukan orang maupun pemerintah. Sebagian di antaranya ialah :

Tidak merokok di sembarang tempat karena malu takut ketahuan tidak puasa;
Lebih rutin ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">
<div style="text-align: justify;">Ramadan adalah bulan penuh rahmat dan berkah bagi umat muslim dimanapun ia berada. Bulan penuh penyucian diri dan ampunan atas segala dosa yang dilakukan. Demi menghargai bulan itu banyak yang dilakukan orang maupun pemerintah. Sebagian di antaranya ialah :</p>
<ol>
<li>Tidak merokok di sembarang tempat karena malu takut ketahuan tidak puasa;</li>
<li>Lebih rutin melakukan penangkapan terhadap para pelaku penyakit masyarakat (pekat);</li>
<li>Mesjid menjadi penuh karena banyak orang yang beribadah;</li>
<li>Diet bisa diakukan tanpa ada beban takut melihat orang lagi makan ketika di jalanan;</li>
<li>Tempat hiburan malam tutup;</li>
<li>Banyak orang yang khatam Al Quran karena habis salat tarawih rata-rata dilanjutkan pengajian Al Quran;</li>
<li>Jarangnya terlihat wanita yang menghamburkan auratnya di jalanan;</li>
<li>Terjadinya komunikasi yang lebih terutama ketika ada acara buka puasa bersama.</li>
</ol>
<p>Hal itu hanya sebagian yang sering terjadi ketika bulan ramadan tiba. Andai saja bulan ramadan setiap bulan maka (mungkin) hidup ini jadi lebih nikmat karena rata-rata orang bisa mengendalikan dirinya.</p>
<p>Andai saja.</div>
<p></div>
<hr /><small>Copyright &copy; 2008<br /> This feed is for personal, non-commercial use only. <br /> The use of this feed on other websites breaches copyright. If this content is not in your news reader, it makes the page you are viewing an infringement of the copyright. (Digital Fingerprint:<br /> )</small>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaleholic.com/seandainya-ramadan-setiap-bulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://shaleholic.com/269/</link>
		<comments>http://shaleholic.com/269/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Nov 2007 06:25:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shaleh</dc:creator>
				<category><![CDATA[NN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shaleh.kasturibanjar.com/269/</guid>
		<description><![CDATA[
CARA PENULISAN KATA
A.    KATA DASAR
Kata yang berupa dasar ditulis sebagai satu kesatuan.Misalnya:Ibu percaya bahwa engkau tahu.Kantor pajak penuh sesak.Buku itu sangat tebal.
B.    KATA TURUNAN
1.    Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya.Misalnya:Bergeletar, dikelola, penetapan, menengok, mempermainkan
2.    Jika ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">
<div style="text-align: center;"><span style="font-weight: bold;">CARA PENULISAN KATA</span></div>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">A.    KATA DASAR</span></p>
<p>Kata yang berupa dasar ditulis sebagai satu kesatuan.<br />Misalnya:<br />Ibu percaya bahwa engkau tahu.<br />Kantor pajak penuh sesak.<br />Buku itu sangat tebal.</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">B.    KATA TURUNAN</span></p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 153);">1.</span>    Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya.<br />Misalnya:<br />Bergeletar, dikelola, penetapan, menengok, mempermainkan</p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 153);">2. </span>   Jika bentuk dasar berupa gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya.<br />Misalnya:<br />Bertepuk tangan, garis bawahi, sebar luaskan</p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 153);">3.</span>    Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan kata itu ditulis serangkai.<br />Misalnya:<br />Menggarisbawahi, menyebarluaskan, dilipatgandakan, penghancurleburan.</p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 153);">4.</span>    Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai.<br />Misalnya:<br />Adipati, aerodinamika, antarkota, ekstrakurikuler, narapidana, reinkarnasi, transmigrasi</p>
<p>Catatan:<br /><span style="color: rgb(255, 0, 0);">1.</span>    Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya adalah huruf kapital, diantara kedua unsur itu dituliskan tanda hubung (-).<br />Misalnya:<br />Non-Indonesia, pan- Afrikanisme</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">2. </span>   Jika kata maha sebagai unsur gabungan diikuti oleh kata esa dan kata yang bukan kata dasar, gabungan itu ditulis terpisah.<br />Misalnya:<br />Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita.<br />Marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">C.    KATA ULANG</span></p>
<p>Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung.<br />Misalnya:<br />Anak-anak, buku-buku, kura-kura, sayur-mayur, lauk-pauk, ramah-tamah, porak-poranda.</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">D.    GABUNGAN KATA</span></p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 153);">1.  </span>  Gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk, termasuk istilah khusus, unsur-unsurnya ditulis terpisah.<br />Misalnya:<br />Duta besar, kambing hitam, orang tua, simpang empat</p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 153);">2.</span>    Gabungan kata, termasuk istilah khusus, yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian unsur yang bersangkutan.<br />Misalnya:<br />Anak-istri saya, buku sejarah-baru, ibu-bapak kami, orang-tua muda</p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 153);">3.</span>    Gabungan kata berikut ditulis serangkai<br />Misalnya:<br />Bilamana, barangkali, kacamata, matahari, kepada, sukacita, syahbandar, daripada, bilamana, belasungkawa, manasuka</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">E. KATA GANTI –KU-, KAU-, -MU, dan -NYA.</p>
<p></span>Kata ganti ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutnya; -ku, -mu, dan –nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.<br />Misalnya:<br />Apa yang kumiliki boleh kauambil<br />Bukuku, bukumu, dan bukunya tersimpan di perpustakaan</p>
</div>
<hr /><small>Copyright &copy; 2008<br /> This feed is for personal, non-commercial use only. <br /> The use of this feed on other websites breaches copyright. If this content is not in your news reader, it makes the page you are viewing an infringement of the copyright. (Digital Fingerprint:<br /> )</small>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaleholic.com/269/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://shaleholic.com/441/</link>
		<comments>http://shaleholic.com/441/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Nov 2007 06:25:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shaleh</dc:creator>
				<category><![CDATA[NN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shaleh.kasturibanjar.com/441/</guid>
		<description><![CDATA[
CARA PENULISAN KATA
A.    KATA DASAR
Kata yang berupa dasar ditulis sebagai satu kesatuan.Misalnya:Ibu percaya bahwa engkau tahu.Kantor pajak penuh sesak.Buku itu sangat tebal.
B.    KATA TURUNAN
1.    Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya.Misalnya:Bergeletar, dikelola, penetapan, menengok, mempermainkan
2.    Jika ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">
<div style="text-align: center;"><span style="font-weight: bold;">CARA PENULISAN KATA</span></div>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">A.    KATA DASAR</span></p>
<p>Kata yang berupa dasar ditulis sebagai satu kesatuan.<br />Misalnya:<br />Ibu percaya bahwa engkau tahu.<br />Kantor pajak penuh sesak.<br />Buku itu sangat tebal.</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">B.    KATA TURUNAN</span></p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 153);">1.</span>    Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya.<br />Misalnya:<br />Bergeletar, dikelola, penetapan, menengok, mempermainkan</p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 153);">2. </span>   Jika bentuk dasar berupa gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya.<br />Misalnya:<br />Bertepuk tangan, garis bawahi, sebar luaskan</p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 153);">3.</span>    Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan kata itu ditulis serangkai.<br />Misalnya:<br />Menggarisbawahi, menyebarluaskan, dilipatgandakan, penghancurleburan.</p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 153);">4.</span>    Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai.<br />Misalnya:<br />Adipati, aerodinamika, antarkota, ekstrakurikuler, narapidana, reinkarnasi, transmigrasi</p>
<p>Catatan:<br /><span style="color: rgb(255, 0, 0);">1.</span>    Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya adalah huruf kapital, diantara kedua unsur itu dituliskan tanda hubung (-).<br />Misalnya:<br />Non-Indonesia, pan- Afrikanisme</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">2. </span>   Jika kata maha sebagai unsur gabungan diikuti oleh kata esa dan kata yang bukan kata dasar, gabungan itu ditulis terpisah.<br />Misalnya:<br />Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita.<br />Marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">C.    KATA ULANG</span></p>
<p>Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung.<br />Misalnya:<br />Anak-anak, buku-buku, kura-kura, sayur-mayur, lauk-pauk, ramah-tamah, porak-poranda.</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">D.    GABUNGAN KATA</span></p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 153);">1.  </span>  Gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk, termasuk istilah khusus, unsur-unsurnya ditulis terpisah.<br />Misalnya:<br />Duta besar, kambing hitam, orang tua, simpang empat</p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 153);">2.</span>    Gabungan kata, termasuk istilah khusus, yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian unsur yang bersangkutan.<br />Misalnya:<br />Anak-istri saya, buku sejarah-baru, ibu-bapak kami, orang-tua muda</p>
<p><span style="color: rgb(0, 0, 153);">3.</span>    Gabungan kata berikut ditulis serangkai<br />Misalnya:<br />Bilamana, barangkali, kacamata, matahari, kepada, sukacita, syahbandar, daripada, bilamana, belasungkawa, manasuka</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">E. KATA GANTI –KU-, KAU-, -MU, dan -NYA.</p>
<p></span>Kata ganti ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutnya; -ku, -mu, dan –nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.<br />Misalnya:<br />Apa yang kumiliki boleh kauambil<br />Bukuku, bukumu, dan bukunya tersimpan di perpustakaan</p>
</div>
<hr /><small>Copyright &copy; 2008<br /> This feed is for personal, non-commercial use only. <br /> The use of this feed on other websites breaches copyright. If this content is not in your news reader, it makes the page you are viewing an infringement of the copyright. (Digital Fingerprint:<br /> )</small>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaleholic.com/441/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://shaleholic.com/268/</link>
		<comments>http://shaleholic.com/268/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Nov 2007 06:19:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shaleh</dc:creator>
				<category><![CDATA[NN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shaleh.kasturibanjar.com/268/</guid>
		<description><![CDATA[
PEMAKAIAN HURUF KAPITAL ATAU HURUF BESAR
1.    Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.Misalnya:Dia mengantuk.Apa maksudnya?
2.    Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.Misalnya:Adik bertanya, “Kapan kita pergi?”“Besok pagi,” kata Ibu.
3.    Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">
<div style="text-align: center;"><span style="font-weight: bold;">PEMAKAIAN HURUF KAPITAL ATAU HURUF BESAR</span></div>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">1. </span>   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.<br />Misalnya:<br />Dia mengantuk.<br />Apa maksudnya?</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">2. </span>   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.<br />Misalnya:<br />Adik bertanya, “Kapan kita pergi?”<br />“Besok pagi,” kata Ibu.</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">3. </span>   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitb suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.<br />Misalnya:<br />Allah, Yang Maha Pengasih, Alkitab, Quran, Weda, Islam, Kristen<br />Tuhan akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya.<br />Bimbinglah hamba-Mu, ya Tuhan, ke jalan yang Engkau beri rahmat.</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">4.</span>    Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.<br />Misalnya:<br />Sultan Hasanuddin, Haji Agus Salim, Imam Syafii, Nabi Ibrahim.</p>
<p>Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang<br />Misalnya:<br />Dia baru saja diangkat menjadi sultan.<br />Tahun ini ia pergi naik haji.</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">5. </span>   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.<br />Misalnya:<br />Wakil Presiden Adam Malik, Perdana Menteri Nehru, Sekretaris Jenderal, Departemen Pertanian, Gubernur Irian Jaya.</p>
<p>Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.<br />Misalnya:<br />Siapakah gubernur yang baru dilantik itu?<br />Kemarin Brigadir Jenderal Ahmad dilantik menjadi mayor jenderal.</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">6. </span>   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang.<br />Misalnya:<br />Amir Hamzah, Dewi Sartika, Halim Perdanakusumah.</p>
<p>Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran.<br />Misalnya:<br />mesin diesel, 10 volt, 5 ampere.</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">7. </span>   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.<br />misalnya:<br />bangsa Indonesia, suku Banjar, bahasa Inggris.</p>
<p>Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan.<br />Misalnya:<br />Mengindonesiakan kata asing<br />Keinggris-inggrisan</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">8. </span>   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.<br />Misalnya:<br />Tahun Hijriah, bulan April, hari Jumat, hari Lebaran, Perang Candu.</p>
<p>Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama.<br />Misalnya:<br />Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsanya.<br />Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia.</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">9.</span>    Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.<br />Misalnya:<br />Asia Tenggara, Banjarmasin, Jalan Diponegoro, Selat Sunda.</p>
<p>Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri.<br />Misalnya:<br />berlayar ke teluk, pergi ke arah tenggara, menyeberangi selat.</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">10.</span>    Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi, kecuali kata seperti dan.<br />Misalnya:<br />Republik Indonesia, Dewan Perwakilan Rakyat, Keputusan Presiden Republik Indonesia, Nomor 57, Tahun 1947.</p>
<p>Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara, lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi.<br />Misalnya:<br />menjadi sebuah republik, beberapa badan hukum, menurut undang-undang yang berlaku.</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">11.</span>    Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi.<br />Misalnya:<br />Perserikatan Bangsa-Bangsa, Yayasan Ilmu-Ilmu sosial, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">12. </span>   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan, kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang, untuk yang tidak terletak pada posisi awal.<br />Misalnya:<br />Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.<br />Bacalah majalah Bahasa dan Sastra<br />Ia menyelesaikan makalah “Asas-Asas Hukum Perdata”.</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">13.  </span>  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan.<br />Misalnya:<br />Dr.        doktor<br />S.Pd     sarjana pendidikan<br />Tn.        tuan<br />Sdr.    saudara</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">14. </span>   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.<br />Misalnya:<br />“Kapan Bapak berangkat?” tanya Ani.<br />Adik bertanya, “Itu apa, Bu?”<br />Besok Paman akan datang.<br />Mereka pergi ke rumah Pak Camat.</p>
<p>Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.<br />Misalnya:<br />Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.<br />Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">15.</span>    Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda.<br />Misalnya:<br />Sudahkah Anda shalat?<br />Surat Anda telah kami terima.</p>
<p></div>
<hr /><small>Copyright &copy; 2008<br /> This feed is for personal, non-commercial use only. <br /> The use of this feed on other websites breaches copyright. If this content is not in your news reader, it makes the page you are viewing an infringement of the copyright. (Digital Fingerprint:<br /> )</small>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaleholic.com/268/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://shaleholic.com/440/</link>
		<comments>http://shaleholic.com/440/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Nov 2007 06:19:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shaleh</dc:creator>
				<category><![CDATA[NN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shaleh.kasturibanjar.com/440/</guid>
		<description><![CDATA[
PEMAKAIAN HURUF KAPITAL ATAU HURUF BESAR
1.    Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.Misalnya:Dia mengantuk.Apa maksudnya?
2.    Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.Misalnya:Adik bertanya, “Kapan kita pergi?”“Besok pagi,” kata Ibu.
3.    Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">
<div style="text-align: center;"><span style="font-weight: bold;">PEMAKAIAN HURUF KAPITAL ATAU HURUF BESAR</span></div>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">1. </span>   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.<br />Misalnya:<br />Dia mengantuk.<br />Apa maksudnya?</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">2. </span>   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.<br />Misalnya:<br />Adik bertanya, “Kapan kita pergi?”<br />“Besok pagi,” kata Ibu.</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">3. </span>   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitb suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.<br />Misalnya:<br />Allah, Yang Maha Pengasih, Alkitab, Quran, Weda, Islam, Kristen<br />Tuhan akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya.<br />Bimbinglah hamba-Mu, ya Tuhan, ke jalan yang Engkau beri rahmat.</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">4.</span>    Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.<br />Misalnya:<br />Sultan Hasanuddin, Haji Agus Salim, Imam Syafii, Nabi Ibrahim.</p>
<p>Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang<br />Misalnya:<br />Dia baru saja diangkat menjadi sultan.<br />Tahun ini ia pergi naik haji.</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">5. </span>   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.<br />Misalnya:<br />Wakil Presiden Adam Malik, Perdana Menteri Nehru, Sekretaris Jenderal, Departemen Pertanian, Gubernur Irian Jaya.</p>
<p>Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.<br />Misalnya:<br />Siapakah gubernur yang baru dilantik itu?<br />Kemarin Brigadir Jenderal Ahmad dilantik menjadi mayor jenderal.</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">6. </span>   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang.<br />Misalnya:<br />Amir Hamzah, Dewi Sartika, Halim Perdanakusumah.</p>
<p>Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran.<br />Misalnya:<br />mesin diesel, 10 volt, 5 ampere.</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">7. </span>   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.<br />misalnya:<br />bangsa Indonesia, suku Banjar, bahasa Inggris.</p>
<p>Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan.<br />Misalnya:<br />Mengindonesiakan kata asing<br />Keinggris-inggrisan</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">8. </span>   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.<br />Misalnya:<br />Tahun Hijriah, bulan April, hari Jumat, hari Lebaran, Perang Candu.</p>
<p>Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama.<br />Misalnya:<br />Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsanya.<br />Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia.</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">9.</span>    Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.<br />Misalnya:<br />Asia Tenggara, Banjarmasin, Jalan Diponegoro, Selat Sunda.</p>
<p>Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri.<br />Misalnya:<br />berlayar ke teluk, pergi ke arah tenggara, menyeberangi selat.</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">10.</span>    Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi, kecuali kata seperti dan.<br />Misalnya:<br />Republik Indonesia, Dewan Perwakilan Rakyat, Keputusan Presiden Republik Indonesia, Nomor 57, Tahun 1947.</p>
<p>Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara, lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi.<br />Misalnya:<br />menjadi sebuah republik, beberapa badan hukum, menurut undang-undang yang berlaku.</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">11.</span>    Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi.<br />Misalnya:<br />Perserikatan Bangsa-Bangsa, Yayasan Ilmu-Ilmu sosial, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">12. </span>   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan, kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang, untuk yang tidak terletak pada posisi awal.<br />Misalnya:<br />Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.<br />Bacalah majalah Bahasa dan Sastra<br />Ia menyelesaikan makalah “Asas-Asas Hukum Perdata”.</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">13.  </span>  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan.<br />Misalnya:<br />Dr.        doktor<br />S.Pd     sarjana pendidikan<br />Tn.        tuan<br />Sdr.    saudara</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">14. </span>   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.<br />Misalnya:<br />“Kapan Bapak berangkat?” tanya Ani.<br />Adik bertanya, “Itu apa, Bu?”<br />Besok Paman akan datang.<br />Mereka pergi ke rumah Pak Camat.</p>
<p>Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.<br />Misalnya:<br />Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.<br />Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.</p>
<p><span style="color: rgb(255, 0, 0);">15.</span>    Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda.<br />Misalnya:<br />Sudahkah Anda shalat?<br />Surat Anda telah kami terima.</p>
<p></div>
<hr /><small>Copyright &copy; 2008<br /> This feed is for personal, non-commercial use only. <br /> The use of this feed on other websites breaches copyright. If this content is not in your news reader, it makes the page you are viewing an infringement of the copyright. (Digital Fingerprint:<br /> )</small>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shaleholic.com/440/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
