Kadar Dewasa seperti apa?

22 1101

Sering orang bilang “Umur lo berapa, sok dewasa?”. Kenapa terkadang umur selalu dibandingkan dengan kedewasaan padahal tidak selalu ada hubungannya atau juga ada yang bilang “Pendeknya pikiran kamu, tidak dewasa” entahlah apa cara berpikir yang orientasinya ke depan menandakan kedewasaan namun terkadang aku berpikir ada banyak hal kenapa orang terkadang tidak berpikir ke depan dan lebih memikirkan tentang hari ini. Tapi aku sendiri tak pernah tahu sebenarnya kadar untuk menentukan seseorang dewasa apa tidak seperti apa.

Tapi terkadang terlalu banyak orang merasa dewasa karena merasa umurnya lebih tua atau juga karena menganggap cara berpikirnya lebih baik daripada yang lain. Padahal ada hal-hal lain, kenapa yang muda terkadang selalu mengalah terhadap yang lebih tua. Bukan karena ia menganggap bahwa yang tua itu dewasa tapi untuk menghormati dan menjaga perasaan orang yang lebih tua itu. Karena terkadang ada orang tua yang lekas naik pitam ketika pendapatnya dibantah oleh yang lebih muda bahkan terkadang sering berkata “Umur kamu berapa?, Duluan siapa lahir?, Aku ini sudah makan garam kehidupan?, Kamu ini jadi apa disini? dan banyak kata-kata lainnya. Hal-hal seperti itulah terkadang kenapa anak muda selalu mengalah kepada yang lebih tua karena ia tidak ingin ada perdebatan yang terkadang disangkutpautkan dengan hal-hal diluar pembicaraan. Tapi terkadang ada juga orang yang lebih tua tidak ingin berdebat dengan yang muda karena ia merasa yang muda terkadang hanya mengandalkan egonya tanpa berpikir yang lain, entah karena ia merasa pendidikannya lebih tinggi dari yang tua atau ia merasa lebih pintar dari yang lebih tua.

Atau juga ketika ada sebuah perbedaan cara berpikir dan memandang sesuatu. Orang terkadang menuduh orang lain yang tidak sepaham dan sejalan dengan pemikirannya sebagai orang yang tidak lebih dewasa daripada dirinya. Karena ia merasa pendapatnya lebih rasional dan baik. Padahal rasional dan baik itu adalah relatif, tergantung dari sudut mana orang memandang. Contohnya saja RUU Pornografi, bagi yang mendukung, RUU itu rasional dan baik namun bagi yang menentangnya, RUU itu tidak rasional dan tidak baik karena akan menghancurkan budaya daerah dan kreativitas seniman.

Mungkin dewasa memang tidak hanya dilihat dari umur atau cara berpikir tapi juga dari cara bersikap dan menyikapi sesuatu. Namun, entahlah aku tidak tahu. Apa aku sendiri termasuk orang dewasa apa tidak, aku juga tidak tahu tapi sepertinya tidak?

Category: CoretanKuTags:
author
Seorang guru di pinggiran Kalimantan Selatan tepatnya di kecamatan Daha Selatan, Kab. Hulu Sungai Selatan. Mengajar di SMPN 4 Daha Selatan. Untuk mengenal atau pasang iklan di blog ini silakan kirim email ke shaleh17@gmail.com