Membaca Teks Perangkat Upacara

0 3071
upacara bendera

sumber : flickr.com

shaleholic.com - Membaca adalah suatu kegiatan dalam kehidupan sehari-hari. Selain untuk kepentingan sendiri, membaca juga berfungsi untuk orang lain. Kegiatan membaca tidak dapat lepas dari kehidupan, contohnya kita setiap hari mendengar berita di radio, kita juga sering melihat pembacaan berita di televisi dengan gaya pembacaan yang berbeda-beda sesuai dengan tujuan dari teks itu sendiri.

Cara membaca yang tidak benar akan menimbulkan makna yang berbeda, hasilnya akan terdengar kurang jelas atau tidak dapat dinikmati dengan baik oleh pendengar. Teks resmi atau teks yang dibacakan pada acara resmi memiliki gaya pembacaan yang berbeda.

Membaca teks upacara sekolah, sesuai dengan sifatnya yang resmi maka teks harus dibacakan dengan gaya yang terkesan resmi, tegas, jelas, dan khidmat.

teks uud 1945

sumber : BSE Aktif Berbahasa Indonesia Karya Dewi Indrawati & Didik Durianto Untuk SMP/MTs Kelas VII, Hal 76

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membacakan teks perangkat upacara seperti berikut.

1. Penempatan Jeda
Jeda adalah waktu penghentian sebentar dalam kalimat atau ujaran.
Perhatikan contoh berikut !

  • Semua peserta upacara / segera menyiapkan diri / di halaman depan sekolah //
  • Bahwa / sesungguhnya kemerdekaan itu / ialah hak segala bangsa //

2. Intonasi
Intonasi adalah perubahan nada sewaktu mengucapkan ujaran atau bagian-bagiannya. Tanda ( / ) berarti intonasi naik, sehingga cara membacanya harus bernada naik. Tanda ( \ ) berarti intonasi turun, sehingga cara membacanya harus bernada turun. Tanda (//) atau tanda dua ketukan, seperti tanda titik berarti berhenti.

3. Lafal
Lafal adalah cara orang, sekelompok orang atau masyarakat mengucapkan bunyi bahasa.
Berikut ini contoh pelafalan yang benar.

  • Biologi dilafalkan biologi bukan biolohi atau biyoloji.
  • TVRI dilafalkan te fe er i bukan ti fi er i
  • MTQ dilafalkan em te ki bukan em ti kyu
  • pantai dilafalkan pantay bukan panta-i

4. Sikap Percaya Diri
Membacakan teks perangkat upacara harus percaya diri. Hal ini penting karena dengan sikap tersebut maka pembacaan teks akan lancar. Kalimat-kalimat yang diucapkan tidak terputus-putus. Selain itu, dengan sikap percaya diri, maka napas tidak terengah-engah. Pernapasan juga dapat menentukan kuat lemah, panjang pendek, dan tinggi rendah pengucapan bunyi bahasa secara tepat.

sumber :
  1. BSE Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII Karya Maryati & Sutopo, Hal. 14 
  2. BSE Aktif Berbahasa Indonesia Karya Dewi Indrawati & Didik Durianto Untuk SMP/MTs Kelas VII, Hal 76
Category: Papan Tulisku, PendidikanTags:
author
Seorang guru di pinggiran Kalimantan Selatan tepatnya di kecamatan Daha Selatan, Kab. Hulu Sungai Selatan. Mengajar di SMPN 4 Daha Selatan. Untuk mengenal atau pasang iklan di blog ini silakan kirim email ke shaleh17@gmail.com