Menelanjangi Kemerdekaan

Filed in CoretanKu 6 comments
Perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke 63 sudah di depan mata. Kemerdekaan yang telah diraih dengan tetes air mata dan darah ini berhasil dinikmati generasi penerusnya. Kemerdekaan memang telah dimiliki namun itu hanyalah kemerdekaan dalam arti bebas dari penjajahan yang berupa militer namun kita masih terjajah dari bidang ekonomi, sosial, pendidikan, budaya bahkan terkadang harga diri.

Generasi yang memegang era setelah kemerdekaan ini seakan gagal memberikan kemerdekaan bagi rakyatnya seperti yang tercantum dalam UUD 1945 ‘Rakyat Adil dan Makmur’. Kemerdekaan yang kita miliki seakan-akan hanya sebuah khayalan ketika begitu banyak rakyat negeri ini menderita kelaparan, kekeringan dan kemiskinan. Belum lagi yang katanya negeri ini diintervensi oleh Amerika ketika masalah tahanan OPM dan Indosat. Begitu tertekannya negeri ini.

Hal-hal seperti itu seakan menelanjangi kemerdekaan kita dan menyadarkan kita bahwa kita tidak sepenuhnya merdeka. Masih banyak hal-hal yang belum terbebas dari penjajahan, sudah saat generasi pengisi bangsa ini tidak lagi bicara soal apa kejayaan masa lalu atau kehebatan-kehebatan di masa lalu karena yang kita hadapi bukanlah untuk mendengar cerita tapi membuktikan cerita. Biarlah kejayaan masa lalu dijadikan bahan untuk berpijak tapi bukan untuk dibandingkan. Jaman telah berbeda, setiap jaman punya caranya sendiri dalam memperjuangkan kemerdekaannya. Namun tetap satu yang harus kita ingat pahlawan tidak hanya ada ketika era penjajahan tapi juga ada di era kemerdekaan. Mari jadi pahlawan untuk negeri ini dengan cara kita sendiri-sendiri sesuai kemampuan kita. 

Merdeka!!!

Posted by shaleh   @   16 August 2008 6 comments

Share This Post

RSS Digg Twitter StumbleUpon Delicious Technorati

6 Comments

Comments
Aug 16, 2008
10:50 pm
#1 Syamsuddin Ideris :

:( Jelas aja kita belum sepenuhnya merdeka, kita gagal mengangkat harkat dan kesejahteraan rakyat. Kita salah memilih dasar negara. Kenapa asas kehidupan memakai Pancasila yang cuma lima sila. Apa itu cukup untuk menjadi falsafah bangsa. Buktinya, setelah 63 tahun merdeka apa pancasila sukses mengantarkan rakyat Indonesia kepada kesejahteraan. Tidak..yang sejahtera cuma golonga elit saja, rakyat hanya sedikit lebih baik daripada jaman penjajahan. Masih banyak yang kelaparan dan makan nasi jagung…
Menurutku sih kita belum merdeka.

ReplyReply
Aug 17, 2008
10:35 pm
#2 Tony :

benar mas aku juga setuju..tuh tadi liat di tv banyak yang di desa ga dapet listrik pendidikan dan layanan publik yang layak..setengah merdeka kali ya mas :D

ReplyReply
Aug 18, 2008
11:15 pm
#3 abnersanga :

Kain bendera merah putih dibuat dari kain horden, tiang bendera yang dipakai saat proklamasi juga terbuat darri bambu jemuran… so masih banyak lagi fakta bahwa kemerdekaan ini harus dilakukan dari hal-hal yang sedrhana, jujur, dan sepenuh hati. lihatlah sekarang…. konsumerisme, hedonisme, telah memenuhi ruang-ruang mewah di maall-mall besar… sesungguhnya kita belum merdeka, kita masih dijajah oleh kekuatan kapitalisme. salam

ReplyReply
Aug 19, 2008
3:31 pm
#4 Mike.... :

tragis sekali nasib indonesia…63 tahun terbebas dari penjajahan militer bangsa asing, kini terjajah oleh pejabat2 korup di negeri sendiri..tragis…tragis..

ReplyReply
Aug 21, 2008
4:37 pm
#5 Ecky A. :

makasi dah mampir.. :)

merdekaa!!

ReplyReply
Aug 25, 2008
8:51 pm
#6 Anonymous :

fahri kok gag di link?

ReplyReply
Leave a Comment

CommentLuv Enabled
Previous Post
« Supriyadi Masih Hidup?
Next Post
Mati »
G-scale designed by Make Your Own Website In conjunction with Web Hosting   |   Watch Movies Online   |   Computer Repair