Warisan Itu Bernama Cerita

Filed in CoretanKu 18 comments
Malam itu sang nenek sedang bercerita kepada cucunya mengenai kampung yang ditempatinya.

“ Cucuku dulu di sekitar rumah kita ada sungai, sawah dan hutan yang luas.”

“ Sekarang masih ada ga nek?”

“ Sudah tidak ada lagi! Sungainya telah ditutup untuk membangun jalan dan ruko, sawah telah dirubah menjadi perumahan mewah sedangkan hutan dirubah menjadi gedung-gedung pencakar langit.”

“Berarti dulu itu masih nyaman ya Nek.”

“Iya, udaranya bersih, suasana tenang. Selain sungai, sawah dan hutan. Kampung kita ini dulu ada kesenian kuda lumping, madihin, mamanda dan banyak kesenian lainnya. Biasanya digelar ketika ada acara misalnya kawinan.

“Sekarang udah ga ada lagi juga ya nek.”

“Nenek tidak tahu tapi bisa saja juga sudah hilang karena sekarang nenek sudah jarang melihatnya.”

“Selain itu apalagi yang ada di kampung ini Nek?”

“Kamu sudah pernah baca buku tentang hewan?”

“Sudah nek.”

“Ayo coba sebutkan yang kamu ingat.”

“Orangutan, harimau, gajah, burung kakaktua…eee…lupa Ne, Cuma itu yang anang ingat”

“Semua binatang itu pernah hidup di hutan dekat kampung kita. Sayang, semuanya sudah punah karena hutannya ditebang dan digunduli yang berakibat habitat hewan itu musnah”

“Yaaa. Berarti anang ga bisa menemukan semua yang nenek ceritakan dong?”

“Iya. Karena semuanya sudah tidak ada lagi. Lagipula itu cerita neneknya nenek juga. Nenek sendiri juga tidak pernah melihat”

“Berarti kita sama dong Ne”

“hahahaha” (mereka berdua tertawa)

Itu hanyalah sekedar cerita yang entah siapa diantara kita yang akan bercerita seperti itu suatu saat nanti. Semoga saja kita tidak menemui saat seperti itu.

Posted by shaleh   @   21 July 2008 18 comments

Share This Post

RSS Digg Twitter StumbleUpon Delicious Technorati

18 Comments

Comments
Jul 21, 2008
11:29 am
#1 sarie :

cerita yang lucu, say…:))

ReplyReply
Jul 21, 2008
11:35 am
#2 masenchipz :

=))

ReplyReply
Jul 21, 2008
12:45 pm
#3 Eucalyptus :

Bener juga ya, suatu saat pada kemana tuh semua? Cuman warisan cerita aja ya

ReplyReply
Jul 21, 2008
1:19 pm
#4 Iwan Andriawan :

dulu mas, dikampungku …
aku mancing ikan cukup dari jendela rumah
atau disawah belakang rumahku
tapi sekarang …
ikan sdh gak sudi lagi berenang atau tinggal disana
kenapa?
karena airnya sdh begitu dangkalnya
trus anak2 mereka yg msh kecil2
ditangkap dg semena2 untuk dimakan
tanpa memberi kesempatan kpd mereka
untuk lebih lama menikmati hidup
sampai pada saatnya tiba …
begitulah sekarang,
siapa yg disalahkan
siapa yg patut disalahkan
coba bertanya pada diri sendiri
tapi tdk ditemukan jawaban yg pasti
jadi …. jawabanya ada dimana dan pada siapa?

ReplyReply
Jul 21, 2008
1:39 pm
#5 Ani :

Jadi teringat kampung halaman, di saat aku masih kecil dulu, di mana keadaannya sangat jauh berbeda dari sekarang…

ReplyReply
Jul 21, 2008
3:40 pm
#6 laporan :

Tiwas baca serius, ketipu

ReplyReply
Jul 21, 2008
6:08 pm
#7 Kristina Dian Safitry :

jadi ingat masa kecil sebelom bobok,hi..hi..

ReplyReply
Jul 21, 2008
6:59 pm
#8 Tony :

=)) ketipu aku mas =))

ReplyReply
Jul 21, 2008
8:54 pm
#9 qanaahsholihah :

tapi eniwei, bercerita sebelum bobok itu bisa mengasah sisi kepekaan jiwa sang anak lho. Aku jadi teringat, adikku yang paling kecil sering banget diceritakan sama ayahku, wah, dia pinter banget kalo soal mencerita, bikin cerpen dll. gk mesti jdi penghafal dongeng, sebenrnya cerita apa aja selain mengandung sisi moral. intinya menjalin komunikasi. senang juga bisa bercerita dan tertawa ,melihat keakraban cucu dan nenek. :) itu kisah asli y mas??:)

ReplyReply
Jul 21, 2008
10:46 pm
#10 uNieQ :

=)) skg cc udah kaya gitu lho sama adek² cc.. klo lewat jalan ini, pasti cc udah mule mendongeng, dulu di jalan ini qt masih bisa liat sawah, eh skg malah gedung tinggi.. jaman begitu cepat berubah.. gmn 10 tahun yang akan datang ya?? macam mana generasi qt yang akan datang??

ReplyReply
Jul 21, 2008
11:42 pm
#11 nita :

bisa saja tanaman dan hewan pada akhirnya cuma tinggal cerita di bumi masa depan. jika sudah begini sepertinya manusia pun bakalan punah

ReplyReply
Jul 22, 2008
12:59 am
#12 Masciput :

ya terkadang perubahan itu membawa kita kearah yang tidak bersahabat dengan alam! dan seharusnya kita menjaga alam disekitar kita!

ReplyReply
Jul 22, 2008
1:03 am
#13 ririn :

:D iya yahh,, gimana dong caranya melihara sungai? ~x(

ReplyReply
Jul 22, 2008
11:18 am
#14 Rita :

Khikhikhi…. ..:)) Ngakak ku td semata2 krna lucu dnger crita turun temurun dari nenek….
Kendatipun menginginkan suasana alam yang natural, kebutuhan memaksa orang untuk melakukan perubahan.Kehidupan modern yang sesuai dengan kehidupan masa kini. Buktinya orang berbondong2 kekota untuk mencari nafkah karena disana terdapat berbagai fasilitas yang membuat hidup lebih bermakna.

ReplyReply
Jul 22, 2008
10:54 pm
#15 Tony :

=)) =)) ga sanggup berkata lagi saking =))

ReplyReply
Jul 22, 2008
11:40 pm
#16 Mike.... :

neneknya gokil..

pasti awet muda karena pinter bcanda..:)

ReplyReply
Jul 23, 2008
10:05 am
#17 geLLy :

=)) gokil abiSZ…hahahaha masih ngakak aku shalEh..dr awal aku dach Serius =)) :) )

ReplyReply
Aug 1, 2008
6:27 pm
#18 Qorianiesme :

setuju dengan pendapat Mike:))

ReplyReply
Leave a Comment

CommentLuv Enabled
Previous Post
« Kecerdasan Membunuh
Next Post
Akhirnya Datang Juga! »
G-scale designed by Make Your Own Website In conjunction with Web Hosting   |   Watch Movies Online   |   Computer Repair